CGTN: “China Opportunity 2.0” Buka Peluang Pertumbuhan Baru bagi Dunia Usaha Global

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEIJING, 26 Juni, 2026 /PRNewswire/ — Bertepatan dengan pembukaan ajang Summer Davos Forum di Tiongkok, CGTN menerbitkan sebuah artikel tentang konsep "China Opportunity 2.0" sebagai penggerak baru di balik pertumbuhan ekonomi global. Artikel ini menyoroti transformasi ekonomi Tiongkok menuju pembangunan berkualitas tinggi yang berorientasi pada inovasi, serta mengulas peran dari kebijakan pintu terbuka yang semakin luas dalam menciptakan peluang baru bagi pelaku usaha dan perekonomian dunia.

Menurut Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang, "China Opportunity 2.0" menghadirkan pemberdayaan komprehensif melalui inovasi, serta peluang investasi dengan potensi imbal hasil yang tinggi bagi perusahaan di seluruh dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Li, Rabu lalu, setelah mencermati adanya kekhawatiran dari sebagian pihak terhadap kemajuan Tiongkok di bidang teknologi dan inovasi industri. Menurutnya, sebagian kalangan bahkan membangun narasi "China Shock 2.0" yang menggambarkan perkembangan Tiongkok sebagai ancaman bagi perekonomian global.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

"Bagi pembangunan global, ‘China Opportunity 2.0’ mendatangkan akses yang lebih luas terhadap teknologi mutakhir, serta manfaat pembangunan yang dapat dinikmati secara lebih merata," ujar Li.

Li menyampaikan hal tersebut dalam sidang pleno pembukaan 17th Annual Meeting of the New Champions atau Summer Davos yang berlangsung di Kota Dalian, Provinsi Liaoning, Tiongkok timur laut.

Li menjelaskan bahwa pada awal periode Rencana Lima Tahun Ke-15 (2026–2030), perekonomian Tiongkok menunjukkan empat karakteristik utama, yakni stabilitas, inovasi, vitalitas, serta keterkaitan yang semakin erat dengan perekonomian global.

Menurut Li, pembangunan yang berorientasi pada inovasi menjadi fondasi utama untuk ketahanan ekonomi dan pertumbuhan jangka panjang Tiongkok. Kinerja tersebut ditopang oleh lingkungan yang stabil dan inovasi yang terus berkembang.

Ia juga menegaskan bahwa kemajuan inovasi Tiongkok merupakan hasil dari upaya memperkuat kapabilitas nasional secara konsisten selama bertahun-tahun, serta kerja keras yang berkesinambungan.

Li menambahkan, stabilitas ekonomi Tiongkok telah memberikan kepastian yang sangat dibutuhkan dunia dan berperan sebagai "jangkar stabilitas" di tengah kondisi dunia yang semakin tidak menentu.

Untuk memperkuat integrasi dengan perekonomian dunia, Tiongkok juga terus memperluas kebijakan pintu terbuka.

Saat ini, Tiongkok telah memberikan fasilitas tarif nol persen kepada 63 negara. Impor Tiongkok juga menempati peringkat kedua terbesar di dunia selama 17 tahun berturut-turut. Dalam lima bulan pertama pada 2026, nilai impor meningkat 20,5% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, jauh melampaui laju pertumbuhan ekspor.

Sejumlah sesi dalam ajang Summer Davos tahun ini secara khusus membahas Rencana Lima Tahun Ke-15 Tiongkok, serta peluang pertumbuhan yang ditawarkan Tiongkok bagi mitra internasional.

Mulai dari kawasan percontohan perdagangan bebas yang bertambah luas, pembangunan Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan, hingga perluasan akses pasar di sektor pendidikan, keuangan, kesehatan, dan berbagai sektor lainnya, Tiongkok terus mendorong keterbukaan dari sisi kelembagaan dengan menyempurnakan aturan, regulasi, tata kelola, dan standar.

Data resmi turut memperlihatkan tren tersebut. Menurut Kementerian Perdagangan Tiongkok, jumlah perusahaan yang menanamkan investasi asing di negara itu mencapai 533.000 pada akhir 2025 atau tumbuh rata-rata 4,5% per tahun sejak akhir 2020. Pada periode yang sama, nilai akumulasi investasi asing langsung (FDI) hampir mencapai US$4 triliun dengan rata-rata pertumbuhan tahunan sebesar 3,6% dalam lima tahun terakhir.

Untuk menjaga stabilitas sekaligus meningkatkan kualitas investasi asing, pemerintah Tiongkok pada pekan ini meluncurkan rencana aksi berisi 15 langkah yang mencakup lima bidang utama, yakni memperluas akses pasar, mempermudah prosedur investasi, meningkatkan promosi investasi, memperkuat layanan dan jaminan bagi investor asing, serta menyempurnakan pengelolaan modal asing.

Bagi perusahaan multinasional, Rencana Lima Tahun Ke-15 dinilai sebagai momentum strategis untuk memperdalam investasi di pasar Tiongkok dan memperkuat kerja sama industri global.

"Pasar Tiongkok tidak tergantikan," ujar Managing Partner, Boston Consulting Group (BCG), untuk Tiongkok, Wu Chun, kepada media di sela-sela penyelenggaraan Summer Davos.

Menurut Wu, perusahaan multinasional memperoleh dorongan kuat untuk terus berinovasi dan berekspansi berkat pasar konsumen Tiongkok yang masif, kebutuhan industri yang terus berkembang, serta tingginya kesiapan konsumen lokal dalam mengadopsi teknologi maupun produk baru.

Mengusung tema "Innovating at Scale", ajang yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti lebih dari 1.700 peserta dari lebih dari 90 negara dan wilayah.

Menutup pidatonya, Li mengajak pelaku bisnis global memanfaatkan berbagai peluang yang terus dihadirkan Tiongkok melalui pembangunan ekonominya.

https://news.cgtn.com/news/2026-06-24/How-China-Opportunity-2-0-offers-potential-for-global-growth-1OeAWBAEtI4/p.html

Berita Terkait

Pylontech Luncurkan PyOcean, Sistem Penyimpanan Energi 6,4 MWh dengan Sel 601Ah yang Dikembangkan secara Independen
Sanya Kembali Jadi Tuan Rumah Formula E, Buka Seri Asia Musim 2027 dan Perkuat Posisi sebagai Pusat Ajang Global
CDO ZTE Cui Li Jadi Pembicara di MWC Shanghai 2026: Menggali Nilai dan Menyikapi Ketidakpastian di Era AI
Jaringan AI-Optik Jadi Penggerak Pertumbuhan Baru di Era AI
Coda dan EKRAF Buka Akses Pengembang Gim Tanah Air
Dahua Technology Pamerkan “Visible AI in New Energy” di Intersolar Europe 2026
Presiden Baru CIMA: Masa Depan Keuangan dan Akuntansi Akan Dibangun Di Atas Dasar Kepercayaan, Inovasi, dan Peluang
Huawei Dukung Operator Telekomunikasi Global Maksimalkan Monetisasi Token melalui Integrasi Layanan, Jaringan, dan Komputasi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:26 WIB

Pylontech Luncurkan PyOcean, Sistem Penyimpanan Energi 6,4 MWh dengan Sel 601Ah yang Dikembangkan secara Independen

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:19 WIB

Sanya Kembali Jadi Tuan Rumah Formula E, Buka Seri Asia Musim 2027 dan Perkuat Posisi sebagai Pusat Ajang Global

Jumat, 26 Juni 2026 - 08:20 WIB

CDO ZTE Cui Li Jadi Pembicara di MWC Shanghai 2026: Menggali Nilai dan Menyikapi Ketidakpastian di Era AI

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:44 WIB

Jaringan AI-Optik Jadi Penggerak Pertumbuhan Baru di Era AI

Jumat, 26 Juni 2026 - 06:31 WIB

Coda dan EKRAF Buka Akses Pengembang Gim Tanah Air

Berita Terbaru

Pers Rilis

Jaringan AI-Optik Jadi Penggerak Pertumbuhan Baru di Era AI

Jumat, 26 Jun 2026 - 07:44 WIB

Pers Rilis

Coda dan EKRAF Buka Akses Pengembang Gim Tanah Air

Jumat, 26 Jun 2026 - 06:31 WIB